Kamis, 27 Desember 2007

Pohon Syuhada di Libanon (Keajaiban dari Allah)

Ahad, 5 Ogos 2007

Pohon Para Syuhada Di Bint Jbeil, Nama Baru Untuk Bint Jbeil:"Ibukota Yang Dipenuhi Keajaiban Allah"(Bint Jbeil- Ratusan para pelawat terus menyerbu Bint Jbeil, sebuah bandar di Selatan Lebanon yang digelar sebagai sebuah ibukota kepada Perjuangan Islam, datang daripada seluruh pelusuk Lebanon dan dunia untuk menyaksikan sendiri 'Pohon Para Syuhada', sebatang pohon yang dipotong pada tahun 2005 dan dipamerkan di dalam dewan utama bandar itu sebagai mengingati para pejuang yang telah syahid dalam peperangan dengan Israel).
Pada hari Rabu, 1 Ogos 2007, pohon tersebut mengejutkan penduduk-penduduk bandar tersebut apabila dedaunan hijau semulajadi tumbuh daripada dahan-dahannya. Dahan-dahan itu juga dikelilingi oleh titisan-titisan yang harum baunya yang keluar daripada sebuah garisan keretakan yang secara tiba-tiba wujud pada pohon tersebut.

Pohon tersebut dipenuhi dengan kepingan-kepingan kayu kecil yang terukir nama-nama para syuhada di atasnya dan ia dicat dengan warna coklat gelap, sebagai simbolik kepada warna tanah di kawasan itu yang telah menyerap darah-darah para syuhada. Selepas perang dengan Israel pada Julai 2006 yang lepas, sejumlah 43 lagi kepingan kayu tersebut ditambah pada pohon itu yang terukir di atasnya nama-nama para syuhada yang syahid dalam peperangan yang terbaru itu.

Para penduduk bandar tersebut merasa sangat kagum apabila mendapati jumlah dedaunan yang tumbuh daripada dahan-dahan tersebut jumlahnya adalah 43 helai.

Minggu ini, Bint Jbeil mengenang semula jasa-jasa para syuhada tersebut yang mengorbankan jiwa mereka setahun yang lalu dalam peperangan dengan Israel. Waktu di mana kejadian ini berlaku adalah dianggap sebagai keajaiban daripada Allah sebagai sanjungan kepada para syuhada tersebut.

"Pada malam Sabtu yang lalu, kami menganjurkan sebuah majlis sambutan untuk meraikan kemenangan dalam perang setahun yang lalu," kata seorang penduduk.

"Kami tempat duduknya di dalam dewan itu, beliau menanyakan tentang pohon itu dan melihatnya dengan penuh hormat setelah Haji Selim Bazzi (seorang yang terhormat di bandar itu) menerangkan kepadanya mengenai idea monumen berkenaan dan bagaimana ia dibuat. Tiada sebarang daun pun yang kelihatan pada waktu itu. Segalanya adalah seperti biasa".

Para imigran Lebanon telah menempah tiket-tiket penerbangan daripada Amerika, Kanada dan Australia, sementara yang lain daripada kawasan-kawasan yang berlainan di Afrika dan rantau Teluk, telah mula memenuhi bandar ini untuk melihat sendiri monumen itu.

"Bint Jbeil telah digelar sebagai Ibukota Perjuangan dan Pembebasan, ibu kepada para syuhada dan sebuah kota para pelaksana revolusi," komen daripada penduduk yang lain, "Kini ia mempunyai nama yang baru : Ibukota Yang Dipenuhi Keajaiban Allah. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya ke atas bandar yang suci ini dan para syuhadanya serta para pejuangnya dan semoga Allah merahmati sesiapa sahaja yang mempunyai sebuah hati yang murni dan yang mahu mengambil pengajaran daripadanya.Allaahu Akbar!Selawat!!!

Isnin, 6 Ogos 2007
Keajaiban Pokok Ini Adalah Satu Anugerah Allah Untuk Seluruh Manusia Sebagai Petunjuk Kepada Ketinggian Darjat Dan Maqam Para Syuhada Di Bint Jbeil Yang Sanggup Menyabung Nyawa Mereka Untuk Menghadapi Kezaliman Israel di Lebanon...Allaahu Akbar!!!

A King With 4 Wifes

Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri. Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya. Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ke dua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu. Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat. Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, "Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri".

Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, "Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?"

"Tidak akan!" balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.

Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, "Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?"

"Tidak!" sahut sang isteri. "Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!" Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.

Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, " Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?"

"Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!" jawab isteri keduanya. "Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu." Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.

Tiba-tiba, sebuah suara berkata : "Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi." Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi. Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!"

Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai '4 isteri' dalam hidup kita.... 'Isteri keempat' kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal. Kemudian 'Isteri ketiga' kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain. Sedangkan 'isteri kedua' kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman. Dan akhirnya 'isteri pertama' kita adalah jiwa, roh, iman kita, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi. Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang! Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.

Berpelukan Dengan Pohon Durian

"Pagi itu saya sedang beberesih dan bebenah rumah’ tutur Ibu Sapiah.
‘…tiba tiba saya mendengar suara keras sekali seperti ledakan bom dan diikuti dengan goncangan keras.’ Ibu Sapiah berteriak memanggil kedua anaknya

" Ya Allah naak ini kiamat..kiamat " sambil berlari keluar. Semua orang panik dan ketakutan..tak lama kemudian air bah datang, semua orang teriak teriak:

' Air...air..air. .!!! Naak sini naak ini kiamat, ini kiamat...'
Lalu ia mencari anak anaknya. Yultisa usia 10 yang paling besar sudah melarikan diri kegunung. Si Ibu mengajak kedua anaknya yang kecil untuk lari kegunung. Syahril sudah lari pula kebukit dengan cepatnya. Ibu Sapiah memegang erat anaknya yang kecil, namun apa daya… sang ombak Tsunami tiba tiba memampas anaknya Yuliana, memisahkan mereka. Terlepas. Ibu Sapiah panik dan berteriak..

' Pa. ..pa anakku lepas, anakku lepas....' setengah histeris. Mereka suami istri berupaya menyelamatkan diri berlari kearah gunung. Mata mereka seakan berkunang kunang, tak tahu apa yang bisa mereka lihat kecuali warna kelabu kelam dengan suara gemuruh yang begitu menakutkan.

'Piaaah..daaah biarin anak kita hilang. Selamatkan dirimu, cepat lari !' ujar suaminya, keras sekali.

‘Saya sudah tidak tahu apa yang terjadi sama diri saya dan saya tetap mencari anak saya, Yuliana. Saya ingat, saya di tergulung dengan ombak tapi sekali saja lalu dihempas kedarat. Kayanya 2 atau tiga kali ombak Tsunami terjadi, saya nggak ingat bu. Waktu lemparan pertama saya setengah terhempas kepinggiran lalu saya berenang, tiba-tiba saya lihat ada anak kecil terapung, lalu saya berfikir ' Ehh..ini anak siapa ini, kasihan amat, lalu saya ambil dan saya gendong...oh. .ternyata anak saya sendiri, ya Allah anakku…! oh saya seneng sekali.

'Ibuu Yul jangan dilepas lagi..uuuuhhh ' Yul menangis sekuat tenaga lalu saya gendong, Yul pegangan dipundak saya, lalu mencoba berenang ke daratan. Tiba tiba saya terlempar lagi kearah bukit, tapi tidak terbawa oleh sang ombak, pas terdampar dipohon durian.Karena saya takut tersambar lagi saya manjat sekuat tenaga. Kepohon itu. Betul saja, saya melihat air datang lagi mengejar kami, sayapun naik dan terus memanjat sang pohon..’ tutur bu Sapiah diringi air mata, mengenang perjuangan untuk menyelamatkan dirinya.

“Saya melihat air besar datang lagi saya pegangan erat dengan pohon yang besar dan kasar itu..’ ia mengulangnya, dengan rasa bersyukur.” Naah sesudah air tidak datang lagi dan saya yakin sudah aman saya melihat kebawah dan air surut dan nampak tenang, barulah kami turun.

“Entah bagaimana kami bias memanjat pohon durian yang besar itu, padahal saya tidak pernah bisa manjat pohon. Pohon durian itu besar batangnya dan kasar….dengan pertolongan Allah kami bisa turun kebawah lalu kami mendaki gunung”. Bu menyatkan rasa syukurnya akan kebesaran Allah.

“Kami duduk meratapi dan memikirkan kiamat yang begitu cepat...lalu saya teriak teriak memanggil anak saya Yulrisa dan Syahril, mereka mendengar suara saya…mereka datang mendekat, kami bertangisan dan berpelukan. Badan dan baju kami penuh lumpur. Ombak Tsunami membawa lumpur warna abu-abu kecoklatan dan baunya uuuh tidak sedap, namun kami bersabar saja", tambahnya lagi.

“ Itu bener-benera kiamat bu, walaupun kecil’ ia meyakinkan saya. “Digunung kami diam beberapa jam lalu kami mencari kelapa yang ada, anak saya Syahril memecahkannya lalu kami minum airnya. Dengan susah payah kami pecahkan si kelapa dan kami makan dagingnya, ya alhamdulillah kami bertahan hidup beberapa hari dibukit dengan kelapa”.

Turun kedarat
‘Kami tidak mendapat pertolongan dan tidak ada yang memberi tahu harus kemana, jangankan yang menjemput. Akhirnya kami turun kedaratan mencari jalan ketempat yang aman. Susah sekali karena kami tidak pake sepatu atau sandal…wah ngeri sekali, kami berjalan sekitar 2- 3 kilometer, syukurlah akhirnya kami tiba di kantor kecamatan dan alhamdulillah saya dan keluarga lainnya menempati tenda ini bu....’ ibu Sapiah mengakhiri pengalamannya yang dahsyat itu, sambil menyilahkan saya untuk masuk kedalam tendanya.

Saya berpura-pura menerma undanganya,masuk kedalam tenda, membongkok dan menggenggami uang sebesar limapuluh ribu untuk menutupi kebutuhan sehari hari mereka. Lalu saya pamit untuk berkunjung ke tenda-tenda lainnya. Mereka melepas kami, relawan dengan rasa bungah akan perhatian dan kunjungan kami.

Diceritakan oleh ibu Sapiah dan suaminya pak Zainal Abidin usiaa 45, ditenda berwarna biru, dihalaman kantor Kecamatan Lhoong pada awal Februari 2005. (Al Shahida)


London, 26 Desember 2007

Mengenal IntraWeb

IntraWeb merupakan salah satu cara baru paling revolusioner untuk membuat aplikasi berbasis web (web-based application). IntraWeb merupakan tool yang sangat baik dan praktis untuk membangun aplikasi Internet, Intranet dan Extranet dengan cepat dan mudah layaknya kita membuat aplikasi desktop. Banyak tool pengembangan web yang mengharuskan user agar memiliki pengetahuan CGIScript, JavaScript, PHP, atau ASP, namun IntraWeb tidak demikian. Dengan cara yang sederhana, membangun aplikasi web hanya dengan menggunakan komponen-komponen yang ada dalam Delphi, memasukkannya ke dalam server dan client dapat langsung mengakses aplikasi IntraWeb memakai web browser. Karena fleksibilitasnya, IntraWeb dapat juga dijalankan sebagai aplikasi standalone seperti layaknya aplikasi desktop pada umumnya. Ide dibalik IntraWeb adalah untuk membangun aplikasi web dibandingkan dengan membangun web site. Ketika kita bekerja dengan WebSnap atau WebBroker, kita berpikir tentang web page dan page producer, dan bekerja dengan HTML. Tetapi ketika kita memakai IntraWeb, kita akan berpikir tentang komponen, properties dan event handler sebagaimana Anda bekerja dalam Delphi.


Kenapa IntraWeb ?
IntraWeb adalah suatu aplikasi web (web application). Membangun aplikasi web sangat berbeda dengan membangunan web site, dan IntraWeb menjadi yang pertama dan merupakan tool yang secara khusus digunakan untuk menciptakan aplikasi web. Hal ini memungkinkan kita untuk membangun aplikasi web lebih mudah dan lebih cepat. Intraweb memungkinkan para pengembang untuk mendesain aplikasi web dengan cara yang sama seperti ketika membangun aplikasi desktop. Dengan menggunakan drag and drop, pengembang aplikasi web dapat meletakkan kontrol pada form, membuat event dan men-set properties. Kode pada aplikasi adalah murni Delphi, dan tidak memerlukan pengetahuan tentang HTML atau JavaScript.


Arsitektur IntraWeb
Dalam IntraWeb kita dapat membangun aplikasi web dengan arsitektur yang berbeda-beda. Kita dapat membangun aplikasi web dalam arsitektur application mode atau dalam arsitektur page mode. Aplikasi web dengan arsitektur application mode dapat dibangun sebagai ISAPI Library, Apache modules atau sebagai IntraWeb StandAlone mode (termasuk arsitektur IntraWeb). Sedangkan aplikasi web dengan arsitektur page mode dapat dibangun dengan banyak aplikasi WebBroker (ISAPI, CGI, dan sebagainya). Seperti yang telah disebutkan, IntraWeb memiliki 3 (tiga) arsitektur yang berbeda, yaitu :
Pertama, StandAlone mode. StandAlone merupakan cara paling cepat untuk melakukan debugging aplikasi karena aplikasi web dalam arsitektur standalone dapat dijalankan pada Delphi IDE. Aplikasi standalone juga dapat dibangun pada Intranet (Internal Network) dan membolehkan user untuk bekerja secara offline pada komputernya masing-masing dengan antar muka (interface) web. Kedua, Application mode. Dalam arsitektur application mode aplikasi IntraWeb dapat dibangun pada web server komersial dengan membuat Apache module atau IIS Library. Application mode memiliki session management serta semua feature-feature IntraWeb dan merupakan cara yang tepat untuk membangun aplikasi pada World Wide Web. Ketiga, Page Mode. Arsitektur page mode merupakan suatu cara untuk mengintegrasikan IntraWeb kedalam aplikasi WebBroker dan WebSnap. Kita dapat menambahkan feature-feature pada program yang ada atau menggunakan teknologi lain untuk membangun sebagian site dinamis yang berbasis pada HTML. Untuk memakai IntraWeb dalam aplikasi CGI, satu-satunya pilihan yang dapat kita pakai adalah arsitektur page mode. Tetapi dengan memakai arsitektur page mode dalam CGI akan menghilangkan feature-feature session management. StandAlone server IntraWeb tidak mendukung Page mode.


Form Management
Semua form yang dipakai oleh aplikasi IntraWeb harus form khusus IntraWeb. Bekerja dengan form IntraWeb sedikit berbeda dengan bekerja pda form standar Delphi. Sebagai contoh, semua form yang ditampilkan harus menggunakan method Show. Dengan kata lain, method Show Modal tidak disupport dalam aplikasi IntraWeb. Mulai versi 6, IntraWeb memakai sebuah update mode yang sangat meningkatkan kinerja aplikasi. Model update ini disebut partial update. Form aplikasi saat ini mempunyai sebuah properties baru, disebut UpdateMode. Setting properties ini pada umAll akan memaksa IntraWeb memakai update mode standar. Update mode standar merupakan update mode tradisional ketika seluruh form direfresh. Setting properties ini pada umPartial akan menyebabkan form untuk refresh hanay ketika dibutuhkan untuk direfresh, ini meningkatkan secara signifikan kecepatan aplikasi, khususnya pada koneksi yang lambat. Partial update adalah teknologi paling inovatif dalam pengembangan web. Dalam pemakai yang berat pada DHTML, update mode ini hanya tersedia pada browser versi terakhir yang mendukung JavaScript dan CSS dengan HTML 4.0 Ketika memakai partial update, beberapa hal penting harus dipertimbangkan. Berikut adalah kondisi-kondisi dimana partial update tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya :
Pertama, jika UpdateMode diset pada pilihan umPartial, maka TerminateAndRedirect (AURL, AMsg) tidak akan bekerja dengan baik dan benar. Kedua, tidak men-support pembuatan control secara “on the fly” setelah form dikonversi ke dalam format HTML. Ketiga, komponen Treeview tidak dapat bekerja dengan baik jika UpdateMode diset pada pilihan umPartial. Keempat, Upload file tidak dapat berkerja dengan baik dan benar jika UpdateMode diset pada pilihan umPartial. Kelima, komponen-komponen dinamis yang Anda diciptakan secara “on the fly“ tidak bekerja dengan baik jika UpdateMode diset pada pilihan umPartial. Untuk memakai komponen-komponen dinamis secara “on the fly“, Anda harus memakai update mode umAll. Keenam, perubahan size pada control saat runtime tidak dapat bekerja ketika Update Mode diset pada pilihan umPartial. Ketujuh, Runtime assignment pada event handler tidak dapat bekerja jika UpdateMode diset pada pilihan umPartial.


Mengelola form dalam aplikasi IntraWeb hampir sama dengan mengelola form pada aplikasi standar Delphi tetapi dengan sedikit pembatasan :

Pertama, hanya satu form yang mungkin bisa ditampilkan pada satu waktu. Ini karena form secara aktual ditampilkan dalam sebuah browser. Kedua, form Modal tidak dapat dipakai karena hanya satu form yang dapat ditampilkan dalam satu waktu. Oleh sebab itu secara esensial sebenarnya semua form adalah form Modal. Ketiga, dalam IntraWeb, form harus WebApplication.

Debugging
Ketika kita memakai IntraWeb dengan arsitektur standalone, melakukan debugging sama seperti melakukan debugging pada aplikasi Delphi atau aplikasi visual lainnya. Saat menjalankan aplikasi IntraWeb dalam arsitektur standalone, kita dapat mengaktifkan debug output untuk melihat session dan HTTP request. Jika terjadi kesalahan (error) pada aplikasi IntraWeb selama start up, maka aplikasi akan dihentikan dan mencatat error dalam sebuah file log (*.err) sehingga aplikasi dengan sebuah file log yang akan dipakai. Saat kita mendapatkan trouble ketika menjalankan aplikasi, kemungkinan trouble tersebut dihubungkan dengan file log. File log adalah file teks dan dapat dilihat dengan Notepad atau teks editor lainnya. Error yang terjadi adalah error diluar blok program seperti package yang dibutuhkan tidak ada, link dengan file DLL tidak dapat dideteksi atau tidak dapat melakukan log kedalam file log.


Abu Syaddad

Mencari Pemimpin Yang Kuat & Amanah

Pilwali dan Pilkada sedang marak diberbagai kota dan kabupaten di Indonesia dan Pemilu sudah didepan mata, sejumlah persoalan-persoalan masyarakat telah menunggu untuk diselesaikan. Pendidikan yang mahal, kesehatan yang tidak terjangkau, penggusuran PKL penanganan anak-anak jalanan, persoalan Perda Miras yang belum tuntas, dan sebagainya. Terlepas dari siapa yang terpilih menangani persoalan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan amanah. Lalu bagaimana kiat islam membangun kepemimpinan yang kuat dan amanah?. Berbicara tentang kepemimpinan, ada tiga hal yang harus dimiliki (1) kualitas dan integritas orang yang memimpin (person): (2) sistem yang diterapkan; dan (3) sikap pihak yang dipimpin.

Pertama, pemimpin. Islam menegaskan pentingnya kualitas dan integritas diri pemimpin. Masyarakat yang baik hanya dapat lahir dari pemimpin yang memiliki visi menjadi pelayan masyarakat yang dicintai dan mencintai dengan syariat islam, bukan dengan mengeksploitasi ambisi. Rasul saw. Bersabda: sesungguhnya kalian akan memiliki ambisi untuk dapat memegang suatu jabatan. Padahal pada hari kimiat nanti jabatan itu menjadi suatu penyesalan (HR al-Bukhari, an-Nasa’i dan Ahmad). Sebaliknya pemimpin yang menipu rakyat, bermuka dua atau menjadi antek asing tidak bisa diharapkan mendatangkan kebaikan. Karena itu wajar bahwa Allah mengharamkan baginya surga. Rasul saw bersabda: Tidaklah seorang pemimpin memimpin rakyat dari kalangan kaum Muslim, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali diharamkan baginya masuk surga (HR al-Bukhari dan Muslim).

Baldah thayyibah akan terwujud jika pemimpinnya mendudukkan diri untuk melayani umat dengan sepenuh hati, melindungi masyarakat dengan sepenuh tenaga, memenuhi kebutuhan pokok individu dan memberi peluang seluas-luasnya bagi seluruh rakyat untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier, serta merealisasikan tujuan luhur syariah dengan menerapkan syariah islam.

Kedua, sistem. Nabi Muhamad SAW. jauh sebelum diangkat menjadi nabi, sudah dikenal sebagai orang yang jujur, mulia dan amanah. Semua karakter baik ada pada diri Beliau. Beliau bahkan digelari al’amin. Namun Allah SWT tidak hanya mencukupkan pada karakter pemimpin semata. Dia menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya berupa al’Qur’an dan as sunnah sebagai petunjuk bagi manusia. Dengan aturan dari Allah itulah Beliau mengatur, mengurusi dan menghukumi manusia. Realitas ini memberikan ketegasan, bahwa negeri yang baik tidak hanya akan terwujud hanya dengan pemimpin yang akhlaknya baik. Tentu diperlukan aturan dan sistem yang juga baik.

Ketiga, koreksi dari rakyat, termasuk ulama. Pemimpin bukanlah malaikat. Karenanya ia bisa saja salah. Jika pemimpin yang salah dibiarkan, kezaliman akan menjadi hal yang dianggab sebagai hal yang wajar belaka. Untuk itu Islam mewajibkan adanya koreksi terhadap penguasa(muhasab li al-hukkam). Kata Nabi SAW ., ‘ siapa saja yang melihat penguasa lalim, yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah, melanggar janji Allah, menentang sunnah Rasulullah, melakukan dosa dan permusuhan terhadap hamba Allah, lalu ia tidak mengubah dengan perkataan dan perbuatan, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke temapt mereka masuk,” (lihat: Ath-thabari dalam At-Tarikh)

Akar Kelemahan Kepemimpinan

Faktor kelemahan pertama seorang pemimpin adalah tidak mandiri. Ia bergantung pada Negara besar, bahkan menjadi antek penjajah. Keputusan yang diambil selalu melihat sikap Negara besar. Sebagai contoh yaitu saat Presiden Indonesia mendukung resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Nomor 1747 yang memberikan tambahan sanksi kepada iran. Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa Amerika Serikat (AS) mencari legitimasi internasional untuk menyerang negeri Muslim Iran. Juru bicara Kepresidenan Andi Malarangeng pun mengakui dalam wawancara media massa, bahwa tiga hari sebelum dilakukan voting, Presiden AS George W.Bush menelepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal serupa terjadi pada massa pemerintahan sebelumnya.

Selain ketergantungan pada Negara lain, penguasa yang tidak tegas dan berani akan menjelma menjadi pemimpin yang lemah, tidak akan bisa mengatakan tidak!. Sejatinya, ketegasan ini ditunjukan dengan berpegang pada kebenaran. Salah katakana salah, benar katakana benar. Tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah, SWT.

Sering kepemimpinan yang lemah adalah karena tidak adanya kesadaran ideologis dan politis. Langkah – langkah yang dilakukan lebih bersifat pragmatis. Pikirannya tertuju pada mempertahankan kekuasaan, memenagkan pemilu, mengembangkan bisnis keluarga atau partainya, dll; atau aktivitas yang dilakukannya hanya sekedar untuk menyenangkan pihak asing. Jika ini terjadi, hakikatnya pemimpin tersebut merupakan ‘budak’ yang tidak memiliki kemandirian. Apalagi jika kepemimpinannya tidak menjadikan Islam sebagai landasan, tidak takut akan siksa Allah ketika melanggar Syariah-Nya. Karenanya pemimpin seperti ini tidak dapat diharapkan membawa kebaikan dalam kepemimpinannya.

Kepemimpinan yang kuat dan amanah hanya akan lahir jika dasarnya adalah kepemimpinan yang ideologis. Artinya kepemimpinan harus dibangun oleh akidah islam dan syariahnya. Pemimpin dan rakyat sama- sama memahami dan berpegang pada akidah dan syariah islam. Tidak mengherankan, kepemimpinan seperti ini akan melahirkan rasa cinta diantara pemimpin dan rakyatnya. Sebab, tujuannya sama, yakni ingin masuk surga bersama-sama melalui ketaatan pada Syariah-Nya. Tegas sekali penjelasan dari Rasulullah Muhamad SAW:’ Sebaik-baik imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian serta yang kalian doakan dan mendoakan kalian. Seburuk-buruk imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian yang kalian laknat dan mereka juga melaknat kalian (HR Muslim, Ahmad dan ad-Darimi).

Penolakkan terhadap ideologi penjajah dan penegakkan sistem islam. Rasulullah SAW mencontohkan hal ini. Di Makkah, Beliau menolak kekuasaan karena sistem kejahiliaan Quraisy masih bercokol. Berbeda dengan itu, Beliau justru menerima tawaran kekuasaan di Madinah pasca Hijrah dengan menerapkan Islam secara kaffah. Sekularisme yang menopang kapitalisme, pluralisme, dan liberalisme harus ditolak. Penggantian tunggalnya adalah: jadikan akidah Islam sebagai landasan dalam kehidupan dan terapkan syariah islam yang memberikan rahmat bagi masyarakat plural. Rombak sistem pendidikan yang matrelialistik, keluarga konsumeristik, ekonomi kapitalistik, dll dengan sistem Islam.

Penciptaan sosok pemimpin yang baik. Untuk itu perlu dibangun kesadaran ideologis dan politik penguasa.Dicetak pula pemimpin yang memiliki visi dan misi serta tegas dan berani. Mereka ditempa dengan akidah, sembari melaksanakan dan memperjuangkan syariah. Ketakutan mereka hanya kepada Allah. Sebaliknya mereka gagah berani menghadapi kaum kafir imprelialis. Betapa gagah beraninya khalifah Abdul Hamid saat didesak oleh pimpinan Yahudi dukungan Inggris, Hertzl, yang meminta beliau mengakui imigrasi orang-orang yahudi ke Palestina. “Tanah Palestina bukanlah milikku. Ia adalah milik umatku” tegasnya. Betapa canggihnya visi khalifah Harun ar-Rasyid dengan membangun pusat ilmu pengetahuan di Baghdad. Para khalifah telah mencapai misi memimpin dunia lebih dari 12 abad.

Di antara misinya adalah melayani rakyat. Pemimpin islam dicetak bukan untuk menjadi ahli kompromi politik atau mengadopsi kepentingan politis, melainkan untuk menjadi pelayan rakyat. Caranya, terapkan sistem islam yang menjamin hal tersebut terlaksana mulai dari pemilihan sampai pengoreksian penguasa. Dengan cara itu umat islam dapat melahirkan Umar bin Abdul Aziz abad kini yang berhasil mengentaskan kemiskinan hingga tidak ada lagi rakyat yang berhak menerima rakyat.

Ciptakan tradisi amar ma’ruf nahi mungkar. Salah satu bentuk penting dari amar ma’ruf nahi mungkar adalah mengoreksi penguasa (muhasabah li al-hukkam). Dalam islam, masyarakat di dorong untuk berkata baik sekalipun pahit, dan mengoreksi penguasa (QS Ali Imran [3]:104). Partai politik /ormas maupun individu, termasuk ulama, akan meluruskan penyimpangan penguasa dari Islam. Wallahu a’lam.

Ummu Syaddad

Menyoal Sengketa Tanah

Kasus tanah semakin tajam antara warga vs warga, warga vs Negara, warga vs tentara, dst. Rakyat miskin terusir dari tanah airnya sendiri, hanya karena tidak mampu membeli sebidang tanah untuk tempat tinggal, sampai-sampai nyawa menjadi taruhannya.

Setelah sebelumnya persoalan sengketa tanah terjadi di Meruya Selatan, Jakarta Barat, antara PT. Porta Nigra dan warga Meruya Selatan yang nyaris menimbulkan bentrokan berdarah, kini media dihiasi dengan kasus penembakan warga desa Alastelogo di Pasuruan Jawa Timur oleh pasukan mariner, penembakan yang berujung pada tewasnya 4 (empat) orang warga dan 8 (delapan) orang luka-luka juga dipicu oleh persoalan sengketa tanah yang sudah berlangsung sejak tahun 1998. Kepala Badan Pertnahan (BPN) Joyo Winoto Nasional mengatakan bahwa sedikitnya terdapat 2.810 kasus sengketa tanah skala nasional. Kasus sengketa tanah yang berjumlah 2.810 kasus itu tersebar di seluruh Indonesia dalam skala besar. Yang berskala kecil jumlahnya lebih besar lagi, katanya.

Setidaknya ada 3 (tiga) factor penyebab masalah sengketa tanah tersebut. Pertama Sistem administrasi pertanaha, terutama dalam hal sertifikasi tanah, yang tidak beres. Adanya sertifikat kepemilikan tanah ganda misalnya, adalah salah satu dampaknya. Masalah ini muncul boleh jadi karena sistem administrasi yang lemah dan mungkin pula karena banyaknya oknum yang pandai memainkan celah-celah hukum yang lemah. Dalam kasus sengketa tanah di Meruya Selatan, misalnya hal itu diakui oleh anggota Komisi II Anhar Nasution. Beliau mengatakan, ada dugaan kasus ini muncul ketika Pemda DKI mengalihkan aset tanahnya seluas 301 hektar di daerah itu. Namun, pengalihan aset itu tidak dilakukan secara tertib sehingga terjadi penggelapan data dan informasi. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Priyo Budi Santoso menduga, kesimpangsiuran kepemilikan lahan tersebut disebabkan adanya “kongkalingkong” oknum Pemda, aparat BPN dan Pihak lain (Republika.co.id, 23/05/2007. Kedua Distribusi kepemilikan tanah yang tidak merata. Ketidakseimbangan dalam distribusi kepemilikan tanah ini baik untuk tanah pertanian maupun bukan pertanian telah menimbulkan ketimpangan baik secara ekonomi, politis maupun sosiologis. Dalam hal ini, masyarakat bawah, khususnya petani/penggarap tanah memikul beban paling berat. Ketimpangan distribusi tanah ini tidak terlepas dari kebijakan ekonomi yang cenderung kapitalistik dan liberalistik. Atas nama pembangunan tanah-tanah garapan petani atau tanah milik masyarakat adapt diambilalih oleh para pemodal dengan harga murah. Di pualu Jawa saja dalam kurun waktu tiga tahun (1991-1993) tanah sawah produktif yang beralih fungsi seluas 57.987, 50 ha, 16.452,30 ha untuk perumahan dan industri, 5.210,20 ha untuk perusahaan/perkebunan, dan 26.774,20 ha untuk peruntukan lainnya diluar sector pertanian seperti tempat rekreasi elitis, lapangan golf, dll. Ketiga Legalitas kepemilikan tanah yang semata-mata didasarkan pada bukti formal (sertifikat), tanpa memperhatikan produktivitas tanah. Akibatnya, secara legal (de jure), boleh jadi banyak tanah bersertifikat dimiliki oleh perusahaan atau para pemodal besar, karena mereka telah membelinya dari para petani/pemilik tanah, tetapi tanah tersebut lama ditelantarkan begitu saja. Di Jabotabek saja, misalnya, luas lahan yang dikuasai pengembang swasta sejak tahun 1998 mencapai sekitar 100.000 ha. Dan 75 % diantaranya dibiarkan terlantar (Indonesia- house,org, 14/10/03). Ironisnya ketika masyarakt miskin mencoba memanfaatkan lahan terlantar tersebut dengan menggarapnya, bahkan ada yang sampai puluhan tahun, dengan gampanya mereka dikalahkan “hak”-nya di pengadilan tatkala muncul sengketa.

Bagaiman Islam Mengatasi Masalah Sengketa Tanah Tersebut.

Pertama kebijakan menghidupkan tanah mati (ihya’al-mawat). Dalam hal ini, Syariah Islam mengizinkan siapa saja yang memiliki kemampuan untuk menghidupkan tanah-tanah yang mati (tidak produktif) dengan cara mengelolah/menggarapnya yakni dengan menanaminya. Setiap tanah yang mati, jika dihidupkan/digarap oleh orang, adalah milik orang yang bersangkutan. Ketentuan ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW Siapa saja yang telah mengelolah sebidang tanah, yang bukan milik orang lain, maka dialah yang paling berhak (HR. Al-Bukhari). Siapa saja yang memagari sebidang tanah (kosong) dengan pagar, maka tanah itu menjadi miliknya. (HR. Abu Dawud). Siapa saja yang menghidupkan sebidang tanah mati, maka tanah itu menjadi miliknya (HR. Al-Bukhari). Hadis ini berlaku mutlak bagi siapa saja, baik muslim maupun non muslim. Hadis ini menjadi dalil kebolehan bagi siapa saja untuk menghidupkan/memagari tanah mati tanpa perlu izin kepala Negara (khalifah). Alasannya, karena perkara-perkara yang mubah memang tidak memerlukan izin khalifah (An-Nabhani, 1990-138). Kedua: Kebijakan membatasi masa berlaku legalitas kepemilikan tanah, dalam hal ini tanah pertanian, yang tidak produktif alias ditelantarkan oleh pemiliknya, selama 3 (tiga) tahun. Ketetapan ini didasarkan pada kebijakan khalifah Umar bin al-khathab ra. yang disepakati (ijma) oleh para sahabat Nabi SAW. Beliau menyatakan orang yang memagari tanah tidak berhak (atas tanah yang dipagarinya itu) setelah (menelantarkannya) selama tiga tahun. Dengan ketentuan ini, setiap orang tidak bisa seenaknya memagari tanah sekaligus mengklaimnya secara sepihak, sementara dia sendiri telah menelantarkan lebih dari tiga tahun, orang lain berhak atas tanah tersebut. Ketiga Kebijakan Negara memberikan tanah secara cuma-cuma kepada masyarakat (igtha ad-dawlah). Hal ini didasarkan pada af-al (perbuatan) Rasulullah SAW, sebagaimana yang pernah beliau lakukan ketika berada di Madinah. Hal yang sama juga dilakukan oleh khulafaur Rasyidin sepeninggal beliau (An-Nabhani, 1990;120). Pemberian Cuma-Cuma dari Negara ini berbeda faktanya dengan menghidupkan tanah mati. Perbedaanya, menghidupkan tanah mati memang berhubungan dengan tanah mati, yang tidak dimiliki seseorang dan tidak ada bekas-bekas apapun (pagar tanaman, pengelolaan, dll) sebelumnya. Adapun pemberian tanah secara Cuma-Cuma oleh Negara tidak terkait degan tanah mati, namun terkait dengan tanah yang pernah dimiliki/dikelola oleh seseorang sebelumnya yang karena alasan-alasan tertentu, seperti penelantaran oleh pemiliknya diambilalih oleh Negara, lalu diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan. Keempat Kebijakan subsidi Negara. Setiap orang yang telah memiliki/ menguasai tanah akan dipaksa oleh Negara (khalifah) untuk mengelolah/menggarap tanahnya. Tidak boleh membiarkannya jika mereka tidak punya modal untuk mengelola atau menggarapnya, maka Negara akan memberikan subsidi kepada mereka. Kebijakan ini perna ditempuh oleh khalifah Umar Bin Al-Khaththab ra. Beliau pernah memberikan dan dari baitul mal (kas Negara) secara Cuma-Cuma kepada petani rak, yang memungkinkan mereka bisa menggarap tanah pertanian serta memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Jadi, hanya dengan kembali ke aturan Allah persoalan diatas dapat diselesaikan dengan tuntas, juga persoalan lainnya, wallahu a’lam.


Ummu Syaddad

Rabu, 26 Desember 2007

Berapa Lama Kita DiKubur ??

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya. Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915: 20- 01-1965"
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung.
"Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... " Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.
"Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.
"Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya.
"Iya kan yah?" Ayahnya tersenyum,
"Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas .....
"Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata... Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan? Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...

"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."